SELAMAT DATANG/WELCOME/SUGENG RAWUH








SELAMAT DATANG DI BLOG SAYA : HABIB AMIN NURROKHMAN(HANURO) MARI WUJUDKAN INDONESIA JAYA DAN BERADAB TAHUN 2049-2054

Senin, 21 Maret 2011

BIOGRAFI HABIB AMIN NURROKHMAN (HANURO)

Assalamu'alaikum Wr Wb
Ada sebuah pepatah "Tak Kenal Maka Tak Sayang"
Maka pada kesempatan posting kali ini perkenankanlah saya Habib Amin Nurrokhman menyampaikan sekilas tentang diri saya.....




Nama Lengkap : HABIB AMIN NURROKHMAN
TTL : Kebumen.6 Mei 1993
Alamat : Desa Tanjungmeru,Kecamatan Kutowinangun,Kebumen,Jawa Tengah,Indonesia
Pekerjaan : Tholabul 'ilmi
HANURO CENTER: 0287 5503682
facebook : Habib Amin Nurrokhman Nahdliyin
Agama : Islam-Sunni
Motto : Hidup harus bermanf'at,Indonesia Negara Teragung Di Dunia !!!

Imperium III ialah INDONESIA


Ini mungkin tulisan paling spektakuler yang pernah saya baca tentang Indonesia.

Anda akan paham, kenapa visi "Imperium III" bisa terjadi, dan bagaimana Indonesia, bisa jadi bangsa terunggul di dunia. Anda mungkin belum tahu, bahwa banyak anak-anak Indonesia, termasuk dari Papua yang memiliki kecerdasan super-genius setara Einstein dengan IQ rata-rata diatas 150. Dan bahwa banyak putra-putra terbaik Indonesia berada di pusat-pusat sains dan teknologi terunggul di dunia. Ini bukan impian, ini kenyataan yang akan terjadi. Selamat menikmati.


Pemuda Indonesia Pada 80 Tahun “Sumpah Pemuda”
28 Oktober 1908 – 28 Oktober 2008
Oleh : Ishadi, SK*


Jumat pagi tanggal 18 Juli lalu saya berkesempatan breakfast meeting dengan Prof. Yohanes Surya Ph.D., yang memperkenalkan program Tim Olympiade Fisika Indonesia (TOFI), sebuah usaha untuk menetaskan juara fisika, di panggung dunia. Usahanya didorong obsesi untuk suatu ketika tampil seorang pemenang Nobel Fisika dari Indonesia.

PANTASKAH DIA SEBAGAI PRESIDEN 2014 ???

Oleh : Habib Amin Nurrokhman (Hanuro)

Assalamuálaikum Wr Wb......
Ini adalah hasil perenungan saya semenjak bertahun-tahun dan saya dapatkan kesimpulan yang mungkin saja berubah seiring dg berjalanya waktu.
Semua coretan saya ini hanyalah sebuah doá dan mimpi besar akan kembalinya kejayaan nusantara.....
Semuanya kita kembalikan pada kuasa Allah SWT Tuhan semua makhluk yang sangat perkasa dan maha bijaksana.

Bagi saya pribadi sudah tidak tengak-tengok lagi kalau ditanya siapa Presiden Indonesia 2014-2019 dengan yakin saya menjawab Insya Allah Prabowo Subijanto-lah orangnya.Mengapa saya berpendapat demikian inilah hasil perenungan saya semuanya wallohuálam ibaratkan ini sebgai doa dari rakyat kecil........

Jika menggunakan falsafah NOTONOGORO
No=SukarNO
To=SuharTO
No=Susilo bambang YudhoyoNO
Go=Ini yang menarik,karena tidak ada tokoh besar dinegeri ini yang bernama akhir GO,namun ada sebuah partai yang memiliki hubungan dengan kata "GO" atau "GA" ini menandakan kemajuan Indonesia bukan bertumpu pada seseorang namun kolektifitas kerja alias Gotong Rayang yang merupakan penjelmaan Eka-sila dari Pancasila yang dikemukakan soekarno partai ini adalah GerindrA,apa uraian makna nama GerindrA huruf "GA" mengapit huruf Erindr,huruf E dan R menginduk pada huruf G yaitu singkatan
dari Gerakan,huruf R adalah rakyat,saya artikan kebangkitan Indonesia adalah karena Kesadaran Rakyat akan keinginan untuk mendapat pemimpin yang amanah bukan seperti pemimpin-pemimpin sekarang, apa hasil dari kesadaran rakyat ?
yaitu kembalinya Indonesia Raya,Indonesia yang jaya,Indonesia yang mengamalkan Pancasila karena itulah falsafah teragung Negara Kita,karena saya yakin kita adalah pewaris tanah surga Benua Atlantis yang hilang itu......
Lalu mengapa Gerindra yang merupakan misteri dari huruf GO tau GA kok tiba-tiba saya menyimpulkan dan mendukung Prabowo Subijanto sebagai Presiden Indonesia..Ya karena beliaulah SATU-SATUNYA calon presiden yang diusnug gerindra,karena beliaulah Pendiri Gerindra.
Namun,Huruf GA juga memilki korelasi dengan aksara jawa,MA GA BA THA NGA,inilah yang harus dieaspadai bahwa setelah GA adalah BATHANG yaitu mati,saya berdoá semoga yang mati setelah Prabowo lenggah menjadi Presiden RI adalah para koruptor,para penebar angkara murka dan kedzaliman.Aminn Yaa Allah Yaa Rabb,sehingga rakyat tidak usah menjadi korban seperti Tsunami aceh.
RO=Saya masih belum tahu siapa,kalau saya boleh ngawur,sengawur ngawurnya inilah yang menginspirasi saya untuk meyingkat nama saya menjadi HanuRO...Hehehe
Tapi memang pas kok.Tapi ini cuma ke-ngawuran sya...Hahaha:D



Selasa, 19 Oktober 2010

BIARKAN RAKYAT MEMILIH..............

Bismillahirrohmanirrohim,Allohumma sholli wasallim ‘ala sayyidina Muhammad wa’ala alihi waashabihi ajma’in,Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memelihara dan mengijinkan NKRI masih hidup,masih terukir dalam nama-nama bangsa-bangsa didunia.Indonesia adalah sebuah Negara kaya raya yang seluruh rakyatnya belum pernah merasakan kenikmatan dan merasakan kekayaan negeri yang katanya merupakan negeri kolam susu ini.

Negara yang telah berusia lebih dari 65 tahun telah banyak melewati dinamika politik yang merupakan proses pendewasaan menuju Negara yang memiliki kedewasaan dalam bersikap,setiap 5 tahun sekali pada umumnya Negara ini menyelenggarakan sebuah pesta akbar demokrasi atau pemilu baik legislative,presiden,bahkan pemilihan kepala daerah juga dilaksanakan secara langsung dinegeri ini,belum lagi pemilihan kecil-kecilan dari pemilihan kepala desa,ketua rt,ketua rw hingga ili-ili(pengatur air diirigasi kampong) juga dipilih melalui pemilihan langsung,singkat kata negeri ini benar-benar negeri Pemilu.

Tak terhitung begitu banyak uang rakyat yang digelontorkan untuk membiayai pesta demokrasi yang kata Undang-undang Luber dan Jurdil ini,baik dari APBDes,APBD,maupun APBN,triliyunan rupiah disebar ke pelosok daerah untuk membiayai pesta demokrasi ini,pada tulisan kali ini saya akan berbicara tentang pemilihan yang ‘agak gedhe’ yaitu legislative,pilkada,hingga presiden dengan sedikit membandingkan pada kultur masyarakat ketika pilihan langsung kecil-kecilan seperti Pilkades.
Biasanya begitu memasuki musim pemilu ada beberapa pihak yang sangat senang dan beberapa pihak yang sangat sedih,diantara mereka yang sangat senang adalah para botoh,penjudi,konveksi,percetakan,hingga anggota KPU dan Panwas(bisa senang bisa sedih),dan beberapa pihak lain yang memanfaatkan pemilu sebagai ajang cari untung.Ketika para calon mulai muncul para botoh berseliweran kesana kemari mencari sang calon memberi dukungan tapi juga minta imbalan berupa uang meskipun secara terang-terangan maupun tidak secara terang-terangan,payahnya banyak diantara mereka yang hanya merupakan penjilat semua calon didatangi didukung dimintai uang transport,pada akhirnya mereka berlepas diri dari semua calon.Na’udzubillahimindzalik…………
Ketika Masa kampanye tiba,sang calon berlomba-lomba untuk berkampanye berteriak-teriak,mengumpulkan massa,memohon do’a restu,bahkan bagi-bagi dhuwit dan sembako pun dilakoni hanya demi untuk memenangi sebuah pemilihan,indikasi ini sebenarnya terlihat dari tingkat peredaraan uang yang PASTI naik ketika musim pemilihan…hahaha.Sayangnya kita semua sudah terbiasa dengan keadaan semacam ini sehingga tidak pernah gotrak tatkala kejadian ini berulang kali terjadi.

Jumat, 14 Mei 2010

MONEY POLITICS ANTARA PELANGGARAN HUKUM ATAU BUDAYA

Saudara-saudaraku sebangsa dan setanah air yang budiman,

Mencermati pelaksanaan Pemilu Kepala Daerah yang sedang marak akhir-akhir ini,kita dihadapkan pada sebuah ironi “wuwuran” yaitu memberi uang kepada si pemilih untuk mencoblos calon tertentu,sungguh unik apabila kita benturkan dengan kenyataan yang ada dalam masyarakat adalah kebanyakan dari mereka mau berangkat ke TPS kalau ada uang ganti kerja,kebanyakan orang-orang tersebut adalah penduduk pedesaan. Mereka beralasan bahwa jika mereka harus pergi ke TPS maka meninggalkan pekerjaan sehari hari mereka seperti bertani,jadi sopir,berjualan ke pasar,ataupun yang sebenarnya hanya menganggur termangu dirumah mereka pun merasa waktu mereka tersita untuk melaksanakan pesta demokrasi yang kata orang sebagai wujud nyata dari pelaksanaan sila keempat Pancasila.

Kamis, 29 April 2010

Amaliyah Gus Dur (K.H ABDURRAHMAN WAHID)



Oleh: Dr. KH. A. Mustofa Bisri

Memperingati 100 hari wafat Gus Dur. Duduk di depan makam Gus Dur (KH. Abdurrahman Wahid) dan tokoh-tokoh Tebuireng, Kiai sepuh kharismatik, KH. Maemoen Zubair yang malam itu hadir bersama nyai dalam acara 40 hari wafat Gus Dur di Tebuireng, sempat bertanya –seolah-olah kepada diri—mengenai fenomena presiden keempat itu.

Pertanyaan yang juga mengusik pikiran saya dan mungkin banyak orang yang lain. Amaliah Gus Dur apa kira-kira yang membuat cucu Hadhratussyeikh KHM. Hasyim Asy’ari dan KH. Bisri Sansuri itu dihargai dan dihormati orang sedemikian rupa setelah kemangkatannya. Penghormatan yang belum pernah terjadi pada orang lain, termasuk presiden maupun kiai.

Pers dunia tidak hanya memberitakan kewafatannya, tapi menulis tentang diri Gus Dur. Di saat pemakaman, keluarga ; masyarakat; dan pemerintah; seperti ‘berebut’ merasa paling berhak menghormatinya. Dan ternyata pemakaman Kiai Bangsa ini bukanlah penghormatan terakhir. Rombongan demi rombongan dari berbagai pelosok tanah air, setiap hari berdatangan di makamnya. Bahkan banyak peziarah yang memerlukan datang dari luar negeri. Mereka semua datang dengan tulus menangisi dan mendoakannya. Sebagian malah ada yang memohon maaf kepada Gus Dur atas kesalahannya; termasuk seorang ibu yang menangis memohon maaf karena tahun 2004 tidak memilih PKB.


Di samping acara-acara doa bersama untuk Gus Dur, berbagai acara untuk mengenang dan menghormati almarhum diselenggarakan dimana-mana. Ada yang bersifat ritual keagamaan; ada yang dikemas dalam bentuk pengajian umum, saresehan, kesenian, dlsb. Acara-acara itu tidak hanya diselenggarakan oleh kalangan Pesantren, Nahdliyin, kaum muslimin; tapi juga oleh kalangan agama-agama dan etnis lain. Dalam rangka peringatan 40 hari wafatnya, di mana-mana pun orang menyelenggarakan acara khusus. Tidak hanya di Tebuireng dan Ciganjur Saya sendiri dapat sembilan undangan dalam rangka yang sama.

Saya mendatangi undangan Gus Sholahuddin Wahid dan keluarga Bani Wahid di Tebuireng. Menyaksikan ribuan warga masyarakat yang mulai pagi hari sudah berdatangan menuju komplek Pesantren dimana terletak makam Gus Dur. Rahmat Allah berupa hujan, mengguyur Tebuireng dan sekitarnya. Saya menyaksikan sekian banyak orang ber-basah-basah berjalan dari tempat-tempat kendaraan mereka di parkir –yang jaraknya berkisar antara 3 sampai 5 km—menuju ke makam. Saya menyaksikan di samping tempat-tempat parkiran, tukang-tukang ojek dadakan, juga warung-warung baru. Semuanya itu tentu untuk melayani para peziarah.

Dustur Madinah setipe dengan PANCASILA....


GARUDA PANCASILA



Siapakah yang tak mengenal Piagam Madinah ?!, murid-murid mengaji sekalipun sepertinya telah cukup tahu apa itu Piagam Madinah, setidaknya pernah mendengarnya dari kisah-kisah ataupun wejangan-wejangan sang ustadz.

Benar sekali saudaraku !, Piagam Madinah merupakan suatu nama yang diatributkan pada perjanjian tertulis yang disepakati antara Rasullullah SAW sebagai pemimpin besar umat Islam, yang saat itu baru saja tiba di Madinah (Yatsrib), dengan para petinggi kaum Yahudi yang faktualnya merupakan penduduk mayoritas disana disamping berbagai macam aliran aqidah lain yang minoritas. Kurang lebih, demikianlah Piagam Madinah kala itu, sebuah perjanjian yang memiliki arti dan peranan besar bagi kelangsungan hidup Umat Islam yang baru akan memulai babak baru fase perjuangan mereka.